This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Cara Membuat Menu Drop Down dibawah atau diatas Header

Sahaba mazinu tentunya ingin mempercantik blog bukan? Nah pada kesempatan ini mazinu akan memberikan tutorial blogger kepada kalian mengenai Bagaimana Cara Membuat Menu Drop Down dibawah atau diatas Header? Emm,, dengan kita menampilkan menu drop down atau menu Naik Turun dibawah Header atau diatas header, tepatnya yaitu pada judul Blog kita tentunya blog kita akan lebih keren dan lebih elegan dengan memasang widget satu ini. Mazinu kemarin juga memasang menu drop down,, dan mazinu yakin insyaalloh pasti berhasil, karena sebelumnya sudah saya praktekkan! Jika kalian tertarik membuat Menu + Sub menu yang dibuat Drop Down silahkan ikuti petunjuk atau cara mazinu ini ya? yang hasilnya nanti seperti ini :

Menu Drop Down dibawah atau diatas Header
MAAF CARA INI BELUM BISA DIGUNAKAN. MASIH DALAM PERBAIKAN :)
Woauuuww,, setelah kalian meliha gambar diatas tentunya kalian tertarik untuk membuatnya bukan?
naahh berikut caranya :
  • Kalian harus login terlebih dahulu ke blogger
  • Klick Design, dan Edit HTML
  • Cari kode ]]></b:skin> {untuk memudahkan mecari kodenya klick Ctrl + F} dan letakkan kode berikut tepat Diatas kode ]]></b:skin>

/* Menu Horizontal Dropdown ----------------------------------------------- */ #menuwrapperpic{background: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_WJntAuKLrMYS4JgPIDyddF0XQGgWxg0kFD1c6VBSRtHA8bc54k1C3AddaEafZiG4AGfR0w5VFcZQiQ7714RgYa4IM238o04bJh31tMrHzTWgCk6p2Cdkf7TQG0tO0zmbtvCClS4xsQI/s1600/menubar.png) repeat-x;width:960px;margin:0 auto;padding:0 auto} #menuwrapper{width:960px;height:35px;margin:0 auto} .menusearch{width:300px;float:right;margin:0 auto;padding:0 auto} .clearit{clear:both;height:0;line-height:0.0;font-size:0} #menubar{width:100%} #menubar,#menubar ul{list-style:none;font-family:Arial, serif;margin:0;padding:0} #menubar a{display:block;text-decoration:none;font-size:12px;font-weight:700;text-transform:uppercase;color:#CECECF;border-right:1px solid #191919;padding:12px 10px 8px} #menubar a.trigger{background-image:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRjFtunNA07vBrxLbf4sdsd1cG_nqk_Uu95nqJO6fFUHXeyjxIlEiShVYgiMC1K01gGREvXpYew8IfSoFNUTc2u8GXUBew08R3iObT7XAR7IsHom4hQpMAB4sSz9DdpqhstFODLLAZSd8/s1600/arrow_white.gif);background-repeat:no-repeat;background-position:right center;padding:12px 24px 8px 10px} #menubar li{float:left;position:static;width:auto} #menubar li ul,#menubar ul li{width:170px} #menubar ul li a{text-align:left;color:#fff;font-size:12px;font-weight:400;text-transform:none;font-family:Arial;border:none;padding:5px 10px} #menubar li ul{z-index:100;position:absolute;display:none;background:#222;padding-bottom:5px;-moz-box-shadow:0 2px 2px rgba(0,0,0,0.6);-webkit-box-shadow:0 2px 2px rgba(0,0,0,0.6)} #menubar li:hover a,#menubar a:active,#menubar a:focus,#menubar li.hvr a{background-color:#222;color:#E98C0A} #menubar li:hover ul,#menubar li.hvr ul{display:block} #menubar li:hover ul a,#menubar li.hvr ul a{color:#edfdfd;background-color:transparent;text-decoration:none} #menubar li ul li.hr{border-bottom:1px solid #444;border-top:1px solid #000;display:block;font-size:1px;height:0;line-height:0;margin:4px 0} #menubar ul a:hover{background-color:#555!important;color:#fff!important;text-decoration:none} 


  • Kode warna merah diatas silahkan rubah sesuai selera anda!
  • Selanjutnya kalian cari kode berikut:
    <header>  : untuk menempatkan menu di atas nama blog
    </header> : untuk menempatkan menu di bawah nama blog
  • Copy kode di bawah ini dan letakkan tepat di atas kode <header> atau di bawah kode </header>

<div id='menuwrapperpic'>
<div id='menuwrapper'>
<ul id='menubar'>
<li><a href='http://mazinubersahabat.blogspot.com/'><img border='0' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu_qh11oLT1T-Bdv1m2atIFV4qzIGy-idDPi6n84dp6yKoXQJcXXDSOkPfhrCFp6wQk8EgSr78mQp10AzAnJTL47nnIMi_RVOyAq7iuUl5P-_E3xglegcT6G7czCuZp5llIk9vTHRm7kQ/s1600/home_white.png' style='padding:0px;'/>Home</a></li>
<li><a href='http://mazinubersahabat.blogspot.com/' target='new'>Tentang Admin</a></li>
<li><a class='trigger'>Contact Us</a>
<ul>
<li><a href='http://mazinubersahabat.blogspot.com/' target='new'>Sub Menu 1</a></li>
<li class='hr'/>
<li><a href='http://mazinubersahabat.blogspot.com/'>Sub Menu 2</a></li>
<li><a href='http://mazinubersahabat.blogspot.com/' target='new'>Sub Menu 3</a></li>
<li><a href='http://mazinubersahabat.blogspot.com/' target='new'>Sub Menu 4</a></li>
</ul>
</li>
<li><a href='http://mazinubersahabat.blogspot.com/' target='new'>Menu</a></li>
<li><a class='trigger'>Menu Drop Down</a>
<ul>
<li><a href='http://mazinubersahabat.blogspot.com/'>Sub Menu 1</a></li>
<li class='hr'/>
<li><a href='http://mazinubersahabat.blogspot.com/'>Sub Menu 2</a></li>
<li class='hr'/>
<li><a href='http://mazinubersahabat.blogspot.com/'>Sub Menu 3</a></li>
<li class='hr'/>
</ul>
</li>
<li><a class='trigger'>Menu Blog</a>
<ul>
<li><a href='http://mazinubersahabat.blogspot.com/'>Blog 1</a></li>
<li class='hr'/>
<li><a href='http://mazinubersahabat.blogspot.com/'>Blog 2</a></li>
<li class='hr'/>
<li><a href='http://mazinubersahabat.blogspot.com/'>Blog 3</a></li>
<li class='hr'/>
<li><a href='http://mazinubersahabat.blogspot.com/'>Blog 4</a></li>
</ul>
</li>
</ul> <div class='menusearch'>
<div style='float:right;padding:8px 8px 0 0;'>
<form action='http://mazinubersahabat.blogspot.com/' method='get' target=''>
<input name='sitesearch' style='display:none;' value='http://mazinubersahabat.blogspot.com/'/>
<input id='search-box' name='q' onblur='if(this.value==&apos;&apos;)this.value=this.defaultValue;' onfocus='if(this.value==this.defaultValue)this.value=&apos;&apos;;' style='width:170px;border:none;padding:4px 10px; font:italic 12px Georgia;color:#666; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5Zq1ilvZ9Mds6wZL_ZpdEePkxoid_7wYDzT-RU6BxJTCoU9irjjjDJAE8DTuKEwZvT3jIxR3yvQKjHnuJkeJCJu5Bq0VGnLkTRGyFNHe-y8ajL2jgdIf3m8x4Fp6TAc2XK9l6DEig-FY/s1600/field-bg.gif) no-repeat;' type='text' value='Cari disini ya sob...'/><input align='top' id='search-btn' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJuIJ1nRP0GrQCJ1IW2n_22ghZLVeyF1VZrckLidxK7wbGOMEwFyBz2CyXUv-c6Z9m9jBDiDFjA3VFaCRZIErdbtdEVnhf-hTUUCk78BHvdxZlm4emk0ZJUuAL0D5F_d969K0JTnVDoog/s1600/bg_search.gif' type='image' value='Search'/>
</form></div></div><br class='clearit'/></div><div style='clear:both;'/></div>

  • Kode yang mazinu beri warna orange adalah URL tujuan,, silahkan ganti sesuai yang kalian kehendaki!
  • Simpan dan Lihat Hasilnya!
Semoga Artkel yang saya tulis ini mengenai Cara Membuat Menu Drop Down dibawah atau diatas Header ini bermanfaat untuk kalian!







Apakah kalian menyukai artikel tentang Cara Membuat Menu Drop Down dibawah atau diatas Header ini?


Sumber: http://mazinubersahabat.blogspot.com

Di antara ragam model cinta, cinta model manakah yang benar dalam pandangan Islam?

Pertanyaan
Apa itu cinta? Ulama membagi cinta dalam tiga bagian: 1. Cinta romantikal yang berarti bahwa seseorang mencintai seseorang (lawan jenis) melebihi kecintaannya terhadap orang lain. 2. Cinta sensual bermakna seseorang mencintai seseorang lainnya berdasarkan kebutuhan seksualnya. 3. Kondisi cinta dimana manusia mencintai seseorang lainnya berdasarkan kebutuhan dan ketergantungan ingin tinggal bersamanya dan membentuk ikatan rumah tangga, perumpamaan cinta seperti ini biasanya kita saksikan pada orang-orang yang telah menikah lama. Apakah ada yang tahu cinta manakah yang benar dalam pandangan Islam? Apakah kedua jenis cinta (1 & 2) yang disebutkan di atas semata-mata merupakan ujian dari Allah Swt?
Jawaban Global
Para filosof dan arif membagi cinta (isyq) dalam beberapa bagian beragam. Namun dalam sebuah klasifikasi global cinta terbagi menjadi dua bagian:
  1. Cinta hakiki (sejati) yaitu cinta kepada Allah Swt, sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya.
  2. Cinta majasi (kiasan). Jenis cinta ini skopnya sangat luas dan dapat dikatakan bahwa cinta majasi tidak terbatas antara manusia kepada manusia lainnya saja, melainkan mencintai segala jenis orang dicintai selain Allah Swt disebut sebagai cinta majasi.
 
Adapun sekaitan dengan apa hukumnya cinta itu? Apa yang dapat dikatakan dalam masalah ini adalah bahwa cinta jika ia merupakan cinta sejati dan sebagian jenis majasinya; seperti cinta rasional dan cinta spiritual, bukan hanya tidak tecela bahkan boleh jadi termasuk sebagai bagian dari kesempurnaan. Namun apabila dari jenis cinta hewani yang merupakan tingkatan terendah jenis cinta, cinta seperti ini apabila disertai dengan kesucian dan ketakwaan serta tidak keluar dari domain kesucian maka hal itu diperbolehkan.
Jenis cinta seperti ini datang dengan cepat dan juga pergi dengan cepat. Cinta seperti ini tidak dapat diandalkan. Membunuh kemuliaan manusia. Hanya dengan bantuan menjaga kesucian (ifaf), ketakwaan dan tidak tunduk di hadapan orang-orang yang mendapatkan keuntungan darinya; yaiatu tatkala terjadi perpisahan dan tidak bersua satu sama lain, dan kesucian dari sisi lain, maka segala duka dan nestapa, pelbagai tekanan dan kesusahan yang menguasai jiwa seorang pecinta akan menjadi ringan tatkala disertai dengan kesucian dan ketakwaan.
Para arif dalam hal ini berkata, “Cinta majasi dapat menjelma menjadi cinta hakiki; artinya cinta mengarah kepada Allah Swt dan manusia dapat mengambil keuntungan dari kecintaan seperti ini. Di samping itu, memiliki banyak pengaruh dan manfaat seperti cinta kepada manusia memberikan energi, daya dan kekuatan serta menghilangkan ketakutan kemudian memberikan manusia keberanian dan keprawiraan. Cinta akan mencetak manusia bakhil menjadi manusia dermawan. Cinta menyempurnakan jiwa dan pelbagai potensi menakjubkan dan bakat terpendam akan bersemi dengan cinta.
Cinta adalah penyuling dan akan menyuling segala noda yang terdapat dalam jiwa manusia menjadi suci.
Karena itu, cinta apabila ia merupakan cinta sejati (hakiki) tentu saja merupakan suatu hal yang terpuji dan apabila merupakan cinta majasi, dengan syarat disertai dengan ketakwaan dan kesucian, maka tentu cinta seperti ini bukan cinta yang tercela.
Jawaban Detil
Redaksi kata “isyq” didefenisikan dalam kamus-kamus Irfan dan Filsafat sebagai berikut:
Isyq adalah cinta ekstrem dan kecendrungan hebat terhadap sesuatu. Isyq derivasinya dari kata ‘a-sya-qa-h yang merupakan sebuah tumbuhan yang melilit setiap pohon kemudian mengeringkannya dan ia tetap tinggal dengan baunya yang semerbak. Karena itu, setiap cinta yang bersemi pada setiap manusia hanya akan mengeringkan sosok yang dicintainya dan melenyapkannya. Ia akan melemahkan badan dan mencahayai ruh dan jiwa.[1]
Isyq dan mahabbah merupakan kondisi terpenting dan salah satu kondisi tertinggi manusia arif dan tergolong salah satu fondasi dan prinsip penting dalam dunia Irfan. Dalam padangan Irfan, cinta adalah anugerah Ilahi dan pemberian Tuhan bukan hasil kreasi manusia kendati pendahuluan-pendahuluan cinta harus diperoleh.[2]
Syaikh al-Rais (Ibnu Sina) memandang isyq sebagai sebab adanya seluruh keberadaan dan meyakini cinta adalah anugerah yang tidak terkhusus pada manusia dan seluruh entitas pernah merasakan cinta.[3]
Mulla Sadra juga menilai bahwa cinta merupakan sebuah realitas yang mengalir dan berputar pada setiap entitas dan meyakini bahwa tiada satu pun entitas yang tidak pernah merasakan cinta.”[4]
Para arif dan filosof mengklasifikasi cinta menjadi beberapa bagian. Namun dalam satu klasifikasi global cinta (isyq) terdiri dari dua bagian:
  1. Cinta sejati: Cinta sejati yaitu cinta kepada Allah Swt, segala sifat dan perbuatannya. Cinta murni dan sejati kepada Allah Swt disebut sebagai cinta tatkala tidak ada tamak terhadap surga atau takut terhadap neraka, melainkan cinta semata-mata gambaran keindahan dan kesempurnaan pada Allah Swt. Kesempurnaan cinta kepada Allah Swt adalah bahwa seluruh hati bergantung sepenuhnya kepada Allah Swt dan jiwa suci dari segala kecendrungan selain Allah Swt.
  2. Cinta majasi: Cinta majasi skopnya sangat luas dan dapat dikatakan bahwa cinta majasi tidak terbatas antara manusia kepada manusia lainnya saja, melainkan mencintai segala jenis orang dicintai selain Allah Swt disebut sebagai cinta majas. Cinta majasi menjadi beragam dengan keragaman sosok yang dicintai. Seperti cinta manusia pada pemandangan-pemandangan indah, cinta kepada istri dan anak, cinta kepada harta dan kekayaan, cinta kepada keindahan dan kerupawanan, cinta kepada popularitas dan lain sebagainya. Karena itu, cinta majasi merupakan ragam jenis kecintaan manusia terhadap sesuatu yang terdapat di sekellilingnya; artinya pecinta senantiasa manusia namun sosok yang dicintai tidak mesti harus manusia.
 
Berikut ini kami akan menjelaskan secara ringkas beberapa bagian cinta majasi:
  1. Cinta rasional: Cinta rasional dalam terma filsafat adalah cinta yang sumbernya adalah perhatian kepada Zat Allah Swt dan terkhusus orang-orang yang dekat di sisi-Nya. CInta rasional muncul buah dari perjalanan akal universal pada jiwa rasional di alam malakut, dari lapisan-lapisan penyaksian jabarut.
Cinta rasional terkait dengan kesempunaan dan kebaikan maknawi (terhadap para wali Allah dan pelbagai kemuliaannya yang bersambung dengan alam jabarut dan di atasnya). Sumber kecintaan terhadap kesempurnaan mutlak dan keindahan murni serta pelbagai manifestasinya yang bersemayam di hati dan kalbu berhubungan dengan para wali Allah dan ahli makrifat.[5]
  1. Cinta spiritual: terhadap sosok yang mutlak indah (baik dari bentuk lahir yang berautan dengan apa yang dilihat atau apa yang didengar dan menjadi sumber kecintaan terhadap kesempurnaan dan keindahan yang senantiasa disertai dengan kelezatan rasional. Dalam jenis cinta ini, pecinta (‘âsyiq) mencintai sosok yang dicintai (ma’syûq) karena keindahan dan kesempurnaan yang dimilikinya, bukan demi keuntungannya. Jenis cinta ini terkhusus pada orang-orang tertentu saja.
  2. Cinta natural insaniah: Cinta kepada keindahan bentuk dan rupa orang yang dicintai (terlepas dari adanya kecendrungan sensual) demi keseimbangan dan kebaikan serta rangkapan keindahan padanya.
Ibnu Sina berkata, “Cinta seperti ini terbatas pada manusia dan tidak dapat ditemukan pada dunia hewan. Ia melanjutkan, “Kecendrungan jiwa terhadap keindahan eksoterik di antaranya wajah yang rupawan dapat diperoleh melalui dua jalan: Pertama: melalui jalan hewani. Kedua melalui jalan rasional.” Sehubungan dengan cinta natural-rasional (kejiwaan), Ibnu Sina berkata, “Pecinta (‘âsyiq) mencintai sosok yang dicintai (ma’syûq) karena bentuk yang indah dan rupawan karena dorongan rasional terhadap keseimbangan dan ekuilibrumnya orang yang dicintai. Jenis cinta ini yang tidak dihinggapi oleh sifat-sifat hewani merupakan media untuk menanjak, meninggi dan menyempurna.[6] Sumber cinta seperti ini adalah fitrah kecintaan terhadap keindahan yang tertanam dalam diri manusia dan bertautan dengan fakultas pencerap keindahan jiwa manusia dan afeksinya. Cinta kepada keindahan lahir ma’syuq (yang dicinta) adalah sosok yang diinginkan oleh asyiq (pecinta).
Naraqi dalam Mi’râj al-Sa’âdah berkata, “Cinta tidak akan pernah diperoleh kecuali melalui sebab dan mengingat bahwa untuk cinta terdapat banyak dan ragam sebab, karena itu cinta juga terbagi menjadi beberapa bagian.” Menurut Naraqi, salah satu bagian cinta adalah cinta terhadap wajah-wajah cantik nan rupawan.” Naraqi berkata, “Jangan berpikir bahwa kecintaan terhadap wajah-wajah cantik hanya karena ingin mendapatkan kelezatan sensual, melainkan merupakan pencerapan jiwa terhadap kesempurnaan dan keindahan karena esensinya dan tanpa memperhatikan masalah-masalah kelezatan lainnya; kelezatan spiritual yang secara otomatis menjadi obyek kecintaan. Dan karena itu, terkadang manusia mencintai segala yang hijau dan air mengalir, bukan karena ingin memakan hijau-hijauan dan meminum airnya, atau selain melihat ia memperoleh manfaat lainnya.” Naraqi mengimbuhkan, “Rasulullah Saw tatkala melihat air dan hijau-hijauan, (hal itu) memberikan rasa takjub dan keceriaan pada beliau.” Dan siapa yang memiliki jiwa yang sehat akan merasakan kelezatan tatkala melihat sekuntum bunga, hijau-hijauan dan lain sebagainya dan mencintainya, bahkan boleh jadi akan meringankan gundah gulana yang dimilikinya.[7]
  1. Cinta natural hewaniah:  Cinta natural hewaniah (wadhi’) sebagai lawan dari cinta ‘afif yang tujuan utamanya adalah pelampiasan syahwat hewaniah.[8] Syaikh Rais sehubungan dengan jenis cinta seperti ini berkata, “Dalam cinta jenis ini, paras cantik disukai karena adanya kelezatan hewaniah di dalamnya. Cinta seperti ini membahayakan jiwa rasional manusia; karena tuntutan jiwa rasional (nafs natiqah) mengurusi hal-hal universal dan posisi universal juga adalah keabadian dan menyeluruh. Karena itu, jenis cinta seperti ini layak mendapat celaan dan cemooh dari jiwa rasional.[9]
Ustad Muthahhari juga terkait dengan cinta seperti ini berkata, “Jenis cinta-cinta seperti ini akan datang secepat kilat dan pergi secepat kilat. Cinta seperti ini tidak dapat diandalkan dan tidak mendapat anjuran karena akan membunuh kemuliaan dan keutamaan. Hanya dengan bantuan kesucian (ifaf), ketakwaan dan tidak tunduk di hadapannya maka orang-orang mendapatkan manfaat darinya”;[10] artinya dari satu sisi, tatkala terjadi perpisahan dan tidak bersua satu sama lain, dan kesucian dari sisi lain, maka segala duka dan nestapa, pelbagai tekanan dan kesusahan yang menguasai jiwa seorang pecinta akan menjadi ringan tatkala disertai dengan kesucian dan ketakwaan.
Para arif dalam hal ini berkata, “Cinta majasi (seperti ini) dapat menjelma menjadi cinta hakiki; artinya tatkala cinta mengarah kepada Allah Swt dan manusia dapat mengambil keuntungan dari kecintaan seperti ini.”[11]
Cinta hewani terkait dengan segala jenis yang mendatangkan kelezatan dan kepuasan seperti makanan-makanan. Sumber insting dan kecendrungan seperti ini berkaitan dengan nafs ammarah manusia. Dalam cinta ini, antara pecinta dan yang dicinta masing-masing ingin memperoleh keuntungan timbal-balik.
Adapun yang terkait apa hukumnya cinta sejenis ini? Filosof berbeda pendapat dalam masalah ini. Apakah jenis cinta seperti ini termasuk cinta yang baik dan patut mendapat pujian, atau buruk dan tercela sebagaimana sebagian filosof mencelanya dan sebagian lainnya memujinya.
Mulla Sadra berkata, “Jenis cinta ini yang tujuannya adalah untuk memperoleh kenikmatan atas kecantikan dan kecintaan ekstrem terhadapnya dapat dijumpai pada kebanyakan orang meski sumber kecintaan ini adalah Ilahi yang mengikut pada masâlih dan mafâsid hukum khusus. Dalam sudut pandang ini, cinta hewani adalah baik dan terpuji. Jenis cinta ini kebanyakan menjadi sumber munculnya kemakmuran dan pembangunan. Ia berkata, “Cinta kepada kecantikan dan keindahan adalah sumber motivasi orang menikah dan pada akhirnya kelestarian keturunan.
Karan itu, cinta natural hewani yang merupakan derajat cinta terendah dan tujuan utamanya adalah pelampiasan syahwat hewani, meski dari sudut pandang sebagaian arif dan filosof telah mendapat celaan, namun apabila disertai dengan ketakwaan dan kesucian, manusia dapat mengambil keuntungan darinya. Apabila tidak melanggar batasan syariat cinta seperti ini tentu saja akan mendatangkan manfaat bagi manusia; karena menurut Mulla Sadra cinta seperti ini menjadi dasar manusia ingin menikah dan melanjutkan keturunannya dan seterusnya.
Mulla Sadra adalah di antara filosof dan arif yang membagi dua jenis kecintaan: cinta hakiki atau majasi. Cinta hakiki adalah cinta kepada Allah, sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya. Cinta majasi sendiri terdiri dari dua bagian, cinta nafsani dan cinta hewani.
Mulla Sadra meyakini bahwa seluruh entitas di alam semesta dengan perantara cinta hakiki cinta kepada Allah Swt dan berharap bersua dengan-Nya dan Allah Swt telah menempatkan cinta khusus ini pada seluruh entitas alam semesta.[12]
 
Pengaruh Umum Cinta
Tentu saja cinta sejati memiliki pengaruh dan keberkahan yang sangat banyak yang tentu berbeda dengan pengaruh dan keberkahan yang didapatkan pada cinta majasi. Namun sebagian pengaruh dan tipologi antara cinta hakiki dan cinta majasi bersifat common. Artinya bahwa cinta, terlepas dari apa pun jenisnya, hakiki atau majasi, atau majasi nafsani atau majasi hewani, dan terlepas siapa obyek kecintaannya, memilik sejumlah manfaat dan pengaruh positif. Misalnya:
  1. Melenyapkan egoisme, indiviualisme dan kesombongan pada manusia pecinta.
  2. Melahirkan energi dan kekuatan.
  3. Melalaikan segala cela dan aib sosok yang dicintai dan menampakkan hanya keindahannya saja.
  4. Melenyapkan ketakutan pada diri seorang pecinta dan menumbuhkan keberanian dan kelancangan.
  5. Menciptakan kekuatan untuk memberi dan berderma pada seorang manusia kikir.
  6. Menyempurnakan jiwa dan berseminya pelbagai potensi yang menakjubkan secara esoterik dan eksoterik ketika kuntum cinta bermekaran.
 
Kesimpulannya apa yang dapat dipetik dari untaian tuturan para arif dan filosof dalam masalah cinta adalah bahwa cinta apabila merupakan jenis hakiki dan sebagian cinta majasi; seperti cinta rasional dan cinta spiritual, bukan hanya tidak tercela bahkan boleh jadi termasuk tangga-tangga menuju kesempurnaan. Namun apabila cinta merupakan jenis cinta hewani yang merupakan derajat terendah jenis cinta, maka hal ini tidak bermasalah apabila disertai dengan ketakwaan dan kesucian dan tidak keluar dari batasan kesucian. [iQuest]
 


[1]. Muhamma A’la bin Ali, Kasyyâf Ishthilahât al-Funûn, jil. 2, hal. 1012; Sayid Ja’far Sajjadi, Farhang Ishthilahât wa Ta’bir ‘Irfâni, klasul ‘i-sy-q; Sayid Ja’far Sajjadi, Farhanggi ‘Ulum ‘Aqli, hal. 357.
[2]. Atthar Naisyaburi, Tadzkirat al-Auliyâh, hal. 328.
[3]. Ibnu Sina, al-Rasâil, hal. 375.
[4]. Mullah Sadra, al-Hikmah al-Muta’âliyah, jil. 7, hal. 149.
[5]. Sa’id Rahimiyan, Hubb wa Maqâm Mahabat dar Hikmat wa ‘Irfân Nazhari, hal. 152.
[6]. Ibnu Sina, Risalah ‘Isyq, nukilan dari Hubb wa Maqâm Mahabat dar Hikmat wa ‘Irfân Nazhari, hal. 139 dan 140.
[7]. Mullah Ahmad Naraqi, Mi’râj al-Sa’âdah, hal. 529.
[8]. Sayid Ja’far Sajjadi, Farhanggi ‘Ulum ‘Aqli, hal. 139-140.
[9]. Ibnu Sina, Risâlah ‘Isyq, nukilan dari Hubb wa Maqâm Mahabat dar Hikmat wa ‘Irfân Nazhari, hal. 140 dan 141.
[10]. Murtadha Muthahhari, Majmu’e Atsar, jil. 16, hal. 251.
[11]. Ibid.
[12]. Sayid Ja’far Sajjadi, Mushthalahât Falsafi Shadruddin Syirâzi, hal. 153-155.
  

Jerat Hawa Nafsu dan Panjang Angan



KH. Moh. Idris Djauhari
Oleh: KH. Muhammad Idris Jauhari

Diriwayatkan dari Ali k.w. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya perkara yang paling saya takutkan terhadap kalian adalah menuruti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Adapun menuruti hawa nafsu dapat menghalangi dari kebenaran, sedangkan panjang angan-angan artinya sama dengan mencintai dunia.”
(HR Ibnu Abi-d Dunya)
Kondisi masyarakat Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Sebagian mereka kini terjangkiti virus menuruti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Dua virus yang bisa membunuh kepribadian bangsa dan menyebabkan kondisi kehidupan bangsa terus terpuruk.
Mega skandal Bank Century yang menilap uang negara sebesar 6,7 triliun menjadi bukti konkret bagaimana virus hawa nafsu telah menutup mata para petinggi negara ini dari kebenaran. Apa pun alasan yang dikemukakan, terutama untuk menyelematkan ekonomi bangsa ini. Sebenarnya hanya sekadar untuk menutup-nutupi fakta yang sesungguhnya. Apalagi bukti-bukti faktual menyatakan adanya tindak merugikan negara dan rakyat dalam kebijakan penyelamatan bank ini. Tapi, kebenaran tetaplah nyata. Ia tidak bisa ditutup-tutupi dengan apa pun, termasuk oleh para petinggi negara.
Virus lainnya yang menjangkiti bangsa ini adalah panjang angan-angan. Mimpi menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang maju, sejahtera, dan makmur menjadi sebuah utopia bila diukur dengan etos kerja masyarakatnya yang pemalas, mudah putus asa dan cepat puas diri.
Masyarakat Indonesia adalah tipe masyarakat yang hanya berpijak pada angan-angan, dan bukan pada kreativitas sebagai landasan hidupnya. Akibatnya, bangsa ini tidak mampu mengelola kekayaan alamnya yang luar biasa dan cenderung menjadi “tamu” di negerinya sendiri. Lahirlah berbagai bentuk penjajahan baru, terutama di bidang ekonomi dan kebudayaan. Tangan asing kini begitu kuat mencengkram pundak bangsa Indonesia.
Dua virus di atas—menuruti hawa nafsu dan panjang angan-angan—termasuk dua perkara yang paling Rasulullah takutkan terjadi pada umatnya. Umat Islam yang diserang virus ini, mereka akan merasa kekal selamanya di dunia. Ini sangat bahaya dan membahayakan.
Jerat Hawa Nafsu
Hawa nafsu adalah musuh bersama. Karena itu, memeranginya termasuk “jihad akbar” yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim. Rasulullah saw. bersabda, “Kita baru kembali dari satu peperangan yang kecil untuk memasuki peperangan yang lebih besar.” Sahabat terkejut dan bertanya, “Peperangan apakah itu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Peperangan melawan hawa nafsu.” (HR Al Baihaqi).
Kenapa hawa nafsu mesti diperangi? Karena hawa nafsu bisa memalingkan seseorang dari kebenaran. Seorang anggota kepala daerah misalnya, dia tidak lagi akan memperjuangkan nasib rakyat, kalau orientasinya di pemerintahan hanya untuk mengembalikan modal politik yang jumlahnya miliaran rupiah yang dikeluarkan selama masa kampanye. Mustahil dia bisa mengembalikan uang itu, kecuali dengan cara korupsi. Nafsu kekuasaan pasti akan menutupi mata batin kepala daerah tersebut sebagai pelayan masyarakat.
Peperangan hawa nafsu adalah jenis peperangan batin. Hal ini berbeda dengan peperangan secara face to face melawan musuh yang secara fisik nampak di depan mata. Kita bisa menembaknya dengan mudah. Kalau nafsu itu berada di luar jasa kita dan bisa kita pegang, mudahlah kita membunuhnya hingga mati. Tetapi nafsu kita itu mengakar di dalam diri kita, mengalir bersama aliran darah dan menguasai seluruh tubuh kita. Karena itu, tanpa kesadaran dan kemauan yang sungguh-sungguh kita pasti dikalahkan untuk diperalat sekehendaknya.
Memerangi hawa nafsu berarti memerangi penyakit hati seperti riya’, ujub, cinta dunia, gila pangkat, gila harta, banyak bicara, banyak makan, hasad, dengki, ego, dendam, buruk sangka, mementingkan diri sendiri, pemarah, tamak, serakah, bakhil, sombong dan sifat destruktif lainnya. Sifah-sifat itu melekat kuat dalam hati.
Satu-satunya cara membersihkannya adalah dengan memerangi sifat-sifat destruktif tersebut hingga ke akar-akarnya. Kita perlu mencuci hati setiap detik dengan dzikrullah tiada henti. Kalau kita malas mencucinya maka sifat-sifat itu akan semakin kuat dan menebal pada hati kita. Pada akhirnya akan menjadi penyakit. Sebaliknya, kalau kita mencuci setiap saat, maka hati akan bersih dan jiwa akan suci.
Nafsu itulah yang lebih jahat dari setan. Setan tidak dapat mempengaruhi seseorang kalau tidak meniti di atas nafsu. Dengan kata lain, nafsu adalah ‘highway’ atau jalan bebas hambatan untuk setan. Kalau nafsu dibiarkan, akan membesar, maka semakin luaslah ‘highway’ setan untuk membunuh manusia dari dalam.
Kalau nafsu dapat diperangi, maka tertutuplah jalan setan dan tidak dapat mempengaruhi jiwa kita. Sedangkan nafsu ini sebagaimana yang digambarkan oleh Allah sangat jahat. “Sesungguhnya hawa nafsu itu sangat membawa pada kejahatan.” (QS Yusuf: 53)
Selain memerangi, jalan lain yang mesti ditempuh adalah mengendalikan hawa nafsu dengan akal sehat dan hati yang jernih. Hawa nafsu yang dikendalikan akan berubah fungsi sebagai penggerak tingkah laku yang menyuburkan lahirnya motivasi internal yang sangat kuat, sehingga hidup lebih bermakna dan bernilai. Dalam kondisi demikian, hawa nafsu seperti energi yang akan selalu menggerakkan mesin untuk tetap hidup dan dinamis. Keseimbangan itu menjadikan orang mampu menekan dorongan hawa nafsu pada saatnya harus ditekan (seperti rem mobil), dan memberinya hak sesuai dengan kadar yang dibutuhkan.
Karenanya, keinginan menjadi bupati, anggota DPR, orang kaya, miliader atau konglomerat dan lainnya adalah dorongan nafsu yang wajar. Menjadi tidak wajar apabila keinginan itu dituruti tanpa kendali moral. Nah, jika dorongan hawa nafsu dituruti tanpa kendali moral, maka ia berubah menjadi dorongan hawa nafsu yang bersifat destruktif. Ingin kaya dengan cara korupsi atau menipu, ingin menjadi pejabat dengan cara menyuap. Itu semua ujungnya pasti destruktif.
Pengabdi hawa nafsu akan menuruti apa pun perilaku yang harus dikerjakan, betapapun itu menjijikkan. Jika orang memanjakan hawa nafsu dapat terjerumus pada glamourism dan hedonis, maka orang yang selalu mengikuti dorongan hawa nafsunya pasti akan terjerumus pada kriminalitas dan kenistaan, terutama menistakan Allah. Naudzubilâh.
Panjang Angan           
Panjang angan-angan sama dengan mencintai dunia. Orang yang terserang penyakit panjang angan-angan senantiasa membayangkan dirinya akan abadi di dunia. Tidak ada kehidupan yang kekal abadi, kecuali di dunia. Sikap seperti inilah yang kemudian melahirkan manusia yang gila dunia. Dunia baginya adalah segalanya. Tidak ada hidup tanpa dunia. Sikap seperti ini, sungguh sangat membahayakan, terlebih bagi seorang muslim.
Panjang angan-angan akan menyebabkan manusia berambisi memiliki sebanyak mungkin harta dan kekayaan. Tidak peduli sumber dan caranya haram. Yang penting bisa menikmati kekayaan itu. Kalau perlu, ia akan melakukan tindakan monopoli dan oligopoli dengan cara menyingkirkan orang lain secara jahat dan licik.
Ciri lain orang yang panjang angan-angan adalah tidak pernah puas (qanaah) dengan apa yang sudah dimilikinya. Apabila orang itu sudah memiliki sepeda motor, maka ia berambisi memiliki mobil. Apabila sudah memiliki mobil, ia ingin memiliki pesawat terbang. Begitu seterusnya.
Orang dengan karakter seperti ini, senantiasanya menjadikan benda-benda sebagai barometer kesuksesannya. Semakin banyak benda-benda yang dimiliki, semakin ia merasa sukses. Padahal benda-benda itu sesungguhnya akan membuat dia pikun. Mata hatinya buta. Semakin jauh dari Allah. Dan, Allah akan membinasakannya. Cepat ataupun lambat.
Rasulullaah saw. bersabda, “Anak cucu Adam itu bisa menjadi pikun, dan ada dua hal yang menyertainya, yakni keserakahan dan angan-angan.” (HR Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan: “…dan ada dua hal bersamanya yang tetap muda, yaitu keserakahan terhadap harta dan keserakahan terhadap usia.” Lalu, Rasulullah saw. berkata,  “Golongan pertama dari umat ini selamat karena keyakinan dan zuhud. Dan golongan terakhir dari umat ini binasa karena kekikiran dan angan-angan.” (HR Ibnu Abi-d Dunya).
Karena itu, tidak ada gunanya kita mengejar angan-angan. Semakin dikejar, angan-angan itu akan semakin menjauh, akhirnya menghilang. Mengejar angan-angan berarti mengejar ketidakpastian. Itu sama artinya dengan menjauh dari Allah. Lebih baik, kita habiskan hari-hari dalam rangkai perjalanan hidup yang singkat ini untuk beribadah kepada Allah. Hanya Allah yang memberikan kepastian hidup. Semakin jauh kita dari Allah, maka semakin jauh pula janji kebahagiaan yang akan Dia berikan kepada kita, terutama setelah kita hidup di akhirat kelak.
Suatu ketika, Rasulullaah bertanya kepada para sahabatnya, “Apakah kalian semua ingin masuk surga?” Para sahabat menjawab, ‘Tentu yaa Rasulullaah. Beliau lalu bersabda, “Kalau begitu jangan banyak angan-angan. Letakkan ajal kalian di depan mata. Dan merasa malulah kepada Allah dengan sungguh-sungguh.” (HR Ibnu Abi-d Dunya)
Secara eksplisit, hadits di atas menjelaskan tentang larangan banyak angan-angan dan senantiasa meletakkan ajal di depan mata. Artinya, kapan pun ajal akan segera menemui kita. Di sinilah pentingnya kita meneguhkan prinsip bahwa sebetulnya semua benda duniawi yang kita miliki adalah titipan Allah untuk dimanfaatkan dalam koridor kepentingan Allah dan bermuara kepada Allah. Ketika kita bekerja di dunia, sesungguhnya kita sedang menyiapkan diri untuk dijemput Allah. Kapan dan di manapun kita berada.
Marilah kita berdoa sebagaimana Rasulullaah saw. berdoa, :“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dunia yang dapat menghalangi kebajikan akhirat. Aku berlindung kepada-Mu dari hidup yang dapat menghalangi dari sebaik-baik kematian, dan aku berlindung kepada-Mu dari angan-angan yang dapat menghalangi sebaik-baik amal.” (HR Ibnu Abi-d Dunya)
Akhirnya, tidak ada pilihan lain kalau kita mendambakan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, kecuali kita mampu mengendalikan hawa nafsu dan mengubur angan-angan yang menipu. Semoga kita dijauhkan oleh Allah dari kesenangan hidup dunia yang penuh tipu daya dan angan-angan belaka. Amin.

Prenduan, 31 Maret 2010

Pengakuan Palsu

Imam Hatim al-Ashom r.a. berkata, “Barangsiapa mengaku cinta empat hal tampa empat hal, maka pengakuan (cinta)nya itu palsu. Yaitu, mengaku cinta Allah, tapi selalu melakukan larangan-larangan-Nya; mengaku cinta Rasul tapi ia membenci kaum fakir dan miskin; mengaku cinta surga tapi ia tidak jujur; mengaku takut api neraka tapi ia tidak berhenti berbuat dosa".
 

Hidup kita ini seringkali diwarnai dengan pengakuan palsu. Satu sikap yang bersumber dari ketidakjujuran dan kekeruhan hati kita. Pengakuan palsu yang kita ungkapkan biasanya hanya berupa kedok atau satu bentuk pelampiasan nafsu jahat kita dengan harapan memperoleh respon positif dari orang lain.
Pengakuan palsu itu—cepat atau lambat—sebenarnya akan menggerogoti hati hingga akhirnya hati itu menjadi keras dan mati. Hati tidak lagi mampu memproduksi cahaya kebenaran. Yang terjadi sebaliknya, hati menjadi sarang maksiat dan kebohongan. Lalu, apa yang diharapkan dari hati ketika ia sudah mati? Kematian hati berarti kematian diri kita. Sudah barang tentu kehidupan dunia tidak lagi memiliki makna. Diri kita tinggal jasad yang kehilangan “jiwa”.
Ironisnya, pengakuan palsu ini banyak dilakukan oleh seorang muslim. Sumber masalahnya ada pada kedangkalan iman dan hilangnya kesadaran untuk menerapkan ajaran agama sepenuh hati.  Minimal ada empat pengakuan palsu yang seringkali—disadari atau tidak—dilakukan oleh seorang muslim. Yaitu, mengaku cinta Allah, tapi selalu melanggar larangan-larangan-Nya; mengaku cinta Rasul, tapi ia membenci kaum fakir dan miskin; mengaku cinta surga, tapi ia tidak jujur; mengaku takut api neraka tapi ia tidak berhenti berbuat dosa.
Cinta Allah, tapi Melanggar Larangan-larangan-Nya
Mencintai Allah berarti kesungguhan untuk mengakui dan meyakini sepenuh hati bahwa hanya Allah Tuhan Maha Semesta Alam. Mencintai Allah tidak cukup dengan lisan, melainkan harus keluar dari hati yang ikhlas dan diimplementasikan dalam tingkah-laku sehari-hari. Mencintai Allah harus dibarengi dengan keikhlasan untuk melaksanakan semua ajaran-Nya dan menghindari semua larangan-Nya. Bukankah kita diciptakan kecuali untuk menyembah-Nya! (QS Adz-Dzariyat: 56).
Kualitas cinta kepada Allah harus melebihi cinta kepada diri sendiri dan orang-orang di sekeliling kita. Artinya, kita rela mencintai Allah meskipun mengandung implikasi negatif: tidak dicintai oleh makhluk. Apa artinya cinta seorang makhluk, kalau Allah mengabaikan kita.
Nabi saw bersabda, “Salah satu dari doa-doa Nabi Dawud a.s. adalah, ‘Allah swt, aku mohon pada-Mu cinta-Mu dan cinta mereka yang mencintai-Mu, dan perbuatan yang mendorongku menuju cinta-Mu. Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kusukai daripada jiwaku, daripada keluargaku, dan lebih kusukai daripada air dingin.’” (HR Abu Darda’)
Menjadi kontradiktif apabila di satu sisi kita “mati-matian” mencintai Allah, tapi di sisi lain, kita “mati-matian” juga melanggar larangan-larangan-Nya. Ini cinta monyet namanya. Cinta-cinta main-main yang dilandasi pamrih tertentu. Yaitu hanya untuk meraih kepuasaan nafsu dan material belaka. Tidak lebih dari itu. Sehingga ketika Allah memberi ujian atau musibah, dia akan berkata, “Allah tidak lagi mencintai saya.” Lebih ironis, kalau kemudian mengatakan, “Allah, cukup sampai di sini cintaku pada-Mu, saya akan mencari tuhan lain yang bisa mencintai saya apa adanya.” Naudzubillah.
Terkait dengan cinta palsu kepada Allah, di kalangan muslim familiar satu pernyataan ambivalen, “Sholat jalan terus, maksiat jalan terus.” Bagi seorang muslim sejati, ketika beriman kepada Allah, mestinya dia harus melaksanakan semua ajaran-Nya dan menghindari semua larangan-Nya. Ketika melaksanakan shalat misalnya, bagaimana shalat itu mampu mencegah kita dari berbuat mungkar. Kalau kita masih berbuat kemungkaran, berarti kita belum sepenuh hati mencintai Allah.
Cinta Rasul, tapi Benci Fakir Miskin
Setiap kali kita bertanya kepada umat Rasulullah saw tentang kecintaannya kepada beliau. Sudah bisa dipastikan 100 persen jawabannya “Ya”. Tapi, coba kita bertanya kepada mereka tentang kecintaannya kepada fakir miskin, bisa dipastikan jawabannya “mikir-mikir dulu”, “diam” atau “benci”. Ini pertanda bahwa cinta mereka kepada Rasulullah sesungguhnya tidak tulus dan utuh. Salah satu indikator ketulusan cinta kepada Rasulullah adalah seberapa besar kecintaan kita kepada kaum fakir miskin. Jangan pernah mengaku mencintai Rasulullah kalau kita tidak mencintai fakir miskin, apalagi membencinya.
Lihatlah bagaimana Rasulullah begitu menyayangi dan mencintai fakir miskin. Suatu hari, misalnya, ketika Rasulullah saw tiba di halaman masjid, seorang Arab Badui mencegat beliau seraya berkata, “Ya Muhammad. Berikanlah padaku harta Allah yang ada padamu”. Bagaimana sikap Nabi Mulia itu? Karena pada waktu itu Nabi saw hanya memiliki jubah yang dipakainya, lalu dengan senyum Rasul saw melepas jubah yang dikenakannya dan dengan tulus beliau berikan kepada lelaki itu.
Rasulullah saw memang terkenal senang bergaul dengan para fakir miskin. Sikap beliau itu diikuti oleh para sahabat. Kenapa mereka bersikap demikian? Sebab, satu hadis Qudsi mengatakan, “Carilah karunia Allah dengan mendekati orang yang dekat dengan orang miskin. Karena pada merekalah Aku jadikan keridhaan-Ku,“ sehingga dalam satu hadis Rasulullah saw bersabda, “Segala sesuatu itu ada kuncinya dan kunci surga itu adalah mencintai anak yatim dan orang-orang yang miskin.” (HR Ibnu Hiban).
Dalam ayat Al-Qur’an banyak sekali perintah Allah untuk menyayangi fakir miskin, termasuk larangan menghardiknya.(QS Ad-Dhuha, 9-10, QS Al-Balad, 15-16). Bagaimana cara menyayangi fakir miskin? Minimal kita membantu meringankan bebannya secara material termasuk memberi perlindungan dari bahaya yang mengancam keselamatannya. Kita harus senantiasa membesarkan hati fakir miskin, bukan justru mengeksploitasi mereka untuk kepentingan duniawi kita. Naudzubillah.
Rindu Surga, tapi Tidak Jujur
Masuk surga menjadi impian semua muslim. Apalagi gambaran tentang surga yang penuh kenikmatan pasti menjadi “magnet” tersendiri bagi kaum muslim untuk berebut memasukinya. Coba bayangkan, mereka yang masuk surga, akan memakai kain sutera dan diberi perhiasan dari emas dan mutiara. Mereka tidak merasa lelah dan lesuh (QS Fatir, 33 & 35). Memperoleh buah-buahan dan apa saja yang mereka inginkan (QS Yasin, 57). Di dalam surga, mereka bersandar di atas dipan-dipan sambil meminta buah-buahan dan minuman, di samping mereka ada bidari-bidari (QS Sad, 51-52). Tidak merasakan teriknya matahari dan tidak merasakan dingin yang menyengat. Dan banyak lagi suguhan dan fasilitas serba istimewa di surga.
Tapi, seringkali impian itu hanya angan-angan upotis belaka. Apalagi bagi mereka yang bersikap tidak jujur selama hidupnya. Kejujuran menjadi kunci utama membuka pintu surga. Kejujuran tidak semata-mata berupa ucapan, melainkan juga dalam bentuk perilaku dan tindakan, baik ketika bermu’amalah maal-Lah, mu’amalah maan-nafs, mu’amalah maan-nas wal biah.
Kejujuran bisa dimaknai dalam banyak konteks. Kejujuran dalam kata-kata misalnya, berarti mengatakan kebenaran dalam situasi dan kondisi apa pun. Kejujuran juga berarti memenuhi janji itu. Kejujuran juga berarti melakukan pekerjaan seseorang setulus dan sesempurna mungkin. Kejujuran juga menyiratkan melaksanakan tugas semaksimal mungkin apakah orang itu diawasi atau tidak.
Tentang makna kejujuran Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kejujuran akan membawa kepada kebaikan. Kebaikan membawa kepada surga. Seseorang tidaklah dianggap jujur hingga ia bersikap jujur. Dan, sesungguhnya dusta akan membawa kepada kejahatan. Kejahatan akan membawa kepada api neraka. Dan tidaklah seseorang berbuat dusta hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR Bukhori-Muslim).
Takut Api Neraka, tapi Selalu Berbuat Dosa
Mendengar kata neraka, kulit kita merinding. Lalu terbayang, bagaimana kalau kita diceburkan ke neraka di akhirat kelak? Pasti tubuh kita akan hancur berkeping-keping. Kita akan dibakar di dalam api neraka. Disiksa berulang-ulang dengan tak kenal ampun. Di neraka, kita tidak dapat merasakan hidup ataupun mati, melainkan sesantiasa merasakan siksa yang pedih. (QS Al-Anbiya’, 98-100, QS Al-A’la, 12-13).
Ketakutan akan dimasukkan ke dalam neraka tidak berlaku bagi orang yang selalu berbuat dosa. Mereka tidak peduli dengan neraka, atau bahkan tidak mempercayainya. Bagi mereka, neraka tak ubahnya tungku kecil. Tempat menanak nasi. Tidak berbahaya apa-apa. Tapi, kenikmatan dunia adalah segalanya. Inilah surga sesungguhnya bagi pelaku dosa.
Bagi seorang muslim, takut kepada amuk api neraka, tapi senantiasa berbuat dosa adalah musibah. Ini yang melanda banyak orang muslim saat ini. Iming-iming harta, tahta dan wanita telah meruntuhkan benteng keimanan mereka. Lalu, mereka terjebak pada jurang dosa. Mereka senantiasa menyepelekan dosa-dosa kecil. Prinsipnya, yang penting tidak berbuat syirik: dosa yang tidak bisa diampuni oleh Allah.
Menyepelekan dosa kecil, apalagi dosa besar, inilah akar masalahnya. Wajar kalau kemudian ketakutan kepada neraka hanyalah sebatas igauan belaka. Mestinya, neraka tidak perlu ditakuti, apabila kita konsisten menjalankan ajaran agama. Dosa-dosa itulah yang sebetulnya akan membawa kita ke neraka. Menjalankan perintah Allah dan menghindari dosa secara ikhlas adalah jalan terbaik untuk menghindari amuk api neraka.
Terakhir, agar kita tidak terjebak pada “pengakuan palsu” seperti di atas, kita mesti memperbaiki pemahaman dan penghayatan kita terhadap nilai-nilai dan ajaran-ajaran agama. Pemahaman dan penghayatan inilah yang akan melahirkan kesadaran baru beragama kita. Yaitu bahwa menjalankan perintah Allah bukan semata mengharap surga atau menghindari nerakanya. Lebih dari itu, mengharap ridho dan cinta-Nya.
Prenduan, 6 Juni 2001

KH. Muhammad Idris Jauhari

DAFTAR NAMA MENTERI KABINET INDONESIA BERSATU JILID 2 Tahun 2013


Daftar Nama Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II Setelah Reshuffle
http://3.bp.blogspot.com/-u2mqVrVLUdE/TgAyb7rEpiI/AAAAAAAAB4s/FJDjtdQ8ldY/s320/Pancasila.png
Ada yang masih perduli dengan nama-nama menterinya? Moga masih ada yang perduli. Jika tidak maka sia-sialah saya meng-copas Nama-nama Menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II setelah Reshuffle ini.

Memang akhir-akhir ini sudah terjadi pergeseran nuansa tentang pejabat negara. Jika dulu saat masih sekolah di SD, dengan bangganya para siswa jika hapal nama-nama menterinya. Sekarang, bisa terjadi kebalikannya. Ketabrak menteri di jalan malah gak nyadar kalo itu menteri.

Berikut Daftar Nama Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II Setelah Reshuffle
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Hatta Rajasa
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat: Agung Laksono
Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
Menteri Hukum dan HAM: Amir Sjamsuddin (menggantikan Patrialis Akbar)
Menteri Keuangan: Agus Martowardjojo
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Jero Wacik (menggantikan Darwin Zahedy Saleh)
Menteri Perindustrian: MS Hidayat
Menteri Perdagangan: Gita Wirjawan (menggantikan Mari Elka Pangestu)
Menteri Pertanian: Suswono
Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
Menteri Perhubungan: EE Mangindaan (menggantikan Freddy Numberi)
Menteri Kelautan dan Perikanan: Tjitjip Sutardjo (menggantikan Fadel Muhammad)
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
Menteri Kesehatan: dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: M Nuh
Menteri Sosial: Salim Segaf Aljufrie
Menteri Agama: Suryadharma Ali
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Mari Elka Pangestu (menggantikan Jero Wacik)
Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
Menneg Riset dan Teknologi: Gusti Mohammad Hatta (menggantikan Suharna Surapranata)
Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
Menneg Lingkungan Hidup: Beerth Kambuaya (menggantikan Gusti Moh Hatta)
Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Azwar Abubakar (menggantikan EE Mangindaan).
Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
Menneg BUMN: Dahlan Iskan (menggantikan Mustafa Abubakar)
Menneg Perumahan Rakyat: Djan Faridz (menggantikan Suharso Manoarfa)
Menneg Pemuda dan Olahraga: Roy Suryo

Nama Pejabat Negara:
Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Letjen TNI Marciano Norman (menggantikan Jenderal Pol Purn Sutanto)
Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal): Fuad Rahmani (menggantikan Gita Wirjawan)

Nama Wakil Menteri
Wakil Menteri Pertanian: Rusman Heriawan.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan: Wiendu Nuryanti
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan: Musliar Kasim
Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Eko Prasodjo
Wakil Menteri Keuangan: Mahendra Siregar (sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan)
Wakil Menteri Perdagangan: Bayu Krisnamurthi (sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian)
Wakil Menteri BUMN: Mahmuddin Yasin (sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN)
Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron
Wakil Menteri Luar Negeri Wardana
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Sapta Nirwandar
Wakil Menteri ESDM: Widjajono Partowidagdo
Wakil Menteri Agama: Nasaruddin Umar
Wakil Menteri Hukum dan HAM: Denny Indrayana

Sebelumnya, Presiden juga telah menetapkan wakil menteri di bawah ini:
Wakil Menteri Pertahanan: Sjafrie Sjamsoeddin
Wakil Menteri Perindustrian: Alex Retraubun
Wakil Menteri Perhubungan: Bambang Susantono
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Lukita Dinarsyah Tuwo
Wakil Menteri Keuangan: Anny Ratnawati
Wakil Menteri Pekerjaan Umum: Hermanto Dardak

Hamba Terbaik, Hamba Terburuk

KH. Moh. Idris Djauhari
Oleh : KH. Muhammad Idris Jauhari
قَالَ رَسُولُ اللَّه ِصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ :”خِيَارُ عِبَادِ اللَّهِ الَّذِينَ إِذَا رُءُوا ذُكِرَ اللَّهُ، وَشِرَارُ عِبَادِ اللَّهِ الْمَشَّاءُونَ بِالنَّمِيمَةِ الْمُفَرِّقُونَ بَيْنَ اْلأَحِبَّةِ الْبَاغُونَ الْبُرَآءَ الْعَنَتَ.”
(رواه أحمد والبخاري في الأدب المفرد)
Rasulullah saw. bersabda,
“Sebaik-baik hamba Allah adalah mereka yang membuat orang lain mengingat Allah saat melihat mereka. Dan seburuk-buruk hamba Allah adalah mereka yang berjalan ke sana ke mari menyebarkan fitnah, yang menyebabkan perpisahan di antara orang-orang yang saling mencintai, yang berusaha mendatangkan kesulitan kepada orang-orang yang tidak bersalah.”
(HR Ahmad dan Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad)
Berdasar hadits di atas, ada dua tipe seorang hamba di mata Allah SWT. Pertama, hamba terbaik yaitu mereka yang mampu membuat orang lain mengingat Allah ketika melihat mereka. Kedua, hamba terburuk yaitu mereka yang suka menyebarkan fitnah dan mendatangkan kesulitan bagi orang yang tidak bersalah.
Hamba Allah Terbaik
Menjadi hamba Allah dengan predikat terbaik menjadi dambaan setiap muslim. Predikat terbaik di sisi Allah adalah capaian tertinggi seorang muslim sebagai seorang hamba. Tidak ada posisi yang lebih mulia dalam kehidupan seorang muslim kecuali Allah benar-benar telah menetapkan orang tersebut sebagai kekasih-Nya.
Hamba terbaik di mata Allah bukanlah semata seorang yang mampu menjalankan perintah Allah dengan istiqamah dan menjauhi segala larangan-Nya secara sungguh-sungguh, melainkan mereka yang mampu membuat orang lain senantiasa mengingat Allah (dzikrullâh) dalam situasi dan kondisi bagaimanapun, baik hati, pikiran, maupun tingkah lakunya.
Barometer hamba terbaik di mata Allah tidak lagi didasarkan pada kesholehan individu semata. Tapi, bagaimana kesholehan individu bertransformasi menjadi sebuah energi spiritual-magnetik yang secara spontan mampu menarik orang-orang di sekitarnya untuk senantiasa melakukan dzikrullâh. Karena itu, bagi hamba Allah terbaik, upaya menjadikan orang lain agar senantiasa melakukan dzikrullah bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan. Modalnya: kekuatan spiritual, kematangan kepribadian, dan kedalaman pikiran.
Hamba terbaik senantiasa memancarkan nur ilahiah dari sekujur tubuhnya. Nur ilahiah ini kemudian memancar menelusup kepada siapa pun yang berada di sekelilingnya. Siapa pun yang terkena pancaran nur ilahiah ini, sedikit banyak, akan mengalami perubahan kepribadian. Tak jarang mereka kemudian berbalik arah menjadi seorang alim, taat, dan istiqamah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Prototipe hamba Allah terbaik dengan mudah bisa kita baca pada sosok Nabi Muhammad. Sebagai seorang utusan Allah, Nabi Muhammad menjadi cermin insan paripurna di sisi Allah sekaligus sebagai sosok teladan bagi umatnya. Karena sosoknya yang paripurna dan keteladanannya, banyak kaum Quraisy saat itu berbalik menjadi seorang yang beriman kepada Allah. Keteladanan Rasulullah diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzâb ayat 21: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”
Untuk saat ini,  hamba Allah terbaik, di antaranya, direpresentasikan oleh para kiai, habib, tuan guru, dan lainnya. Sebagai pewaris para nabi, ulama-ulama tersebut tidak saja bertugas menyampaikan pesan-pesan ilahiah, melainkan juga “menyucikan” hati umat yang penuh dengan kerak kotoran. Mereka adalah panutan umat dalam banyak hal di bidang kehidupan.
Ada perasaan sejuk dan tenteram setiap kali memandang wajah ulama. Tidak ada rasa bosan dan kesal setiap kali bermuwajah dengan para ulama. Inilah mengapa setiap kali kita memandang mereka, tiba-tiba timbul keinginan untuk meneladani dan menjadi seperti dia. Yaitu menjadi seorang hamba yang semakin dekat dengan Allah.
Yang perlu disadari bersama, tidak ada keharusan menjadi “ulama” untuk menjadi hamba terbaik di sisi Allah. Siapa pun identitas dan latar belakang sosial kita, kita memiliki hak yang sama untuk menjadi hamba Allah terbaik. Syaratnya tentu bagaimana menjadikan orang-orang di sekeliling kita istiqamah mengingat Allah setiap kali melihat diri kita.
Untuk mencapai taraf itu, keteladanan yang baik (uswah hasanah) dalam pikiran, sikap, maupun tindakan, menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap hamba manakala berharap menjadi kekasih Allah, menjadi hamba terbaik di sisi-Nya dan di sisi manusia.
Hamba Allah Terburuk
Ada dua perilaku jahat yang selalu dilakukan oleh hamba Allah yang paling buruk. Pertama, suka menyebarkan fitnah. Kedua, suka mendatangkan kesulitan bagi orang yang tidak bersalah.
Fitnah merupakan perkataan bohong tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang seperti menodai nama baik, merugikan kehormatan orang, dan lainnya. Fitnah bersumber dari rasa dengki dan benci terhadap seseorang. Fitnah lahir sebagai akumulasi dari ghibah dan buhtan. Fitnah merupakan kejahatan tertinggi yang diproduksi oleh lisan. Tujuan utamanya bagaimana agar orang-orang yang saling mencintai bisa berpisah.
Fitnah ada di mana-mana dan bisa menimpa siapa pun tanpa pandang status. Seorang tetangga misalnya, tega memfitnah tetangga lainnya dengan tujuan agar kehidupan keluarga tetangga tersebut berantakan dan berakhir dengan penceraian. Atau, karena ambisi untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi orang tega memfitnah atasannya sehingga karirnya hancur. Taktik busuk menebarkan fitnah untuk kepentingan pribadi atau golongan ini seringkali terjadi di tengah-tengah kehidupan kita. Terhadap fitnah ini, orang Islam harus selalu waspada. Waspada untuk tidak berbuat fitnah dan waspada untuk menghadapi fitnah pihak lain dengan cara-cara yang arif, bijaksana, dan tegas.
Begitu besarnya bahaya dan dosa fitnah, hingga Islam mengkategorikannya sebagai perbuatan yang lebih kejam dari pembunuhan (QS Al-Baqarah [2]: 191). Bahkan, Nabi Muhammad saw menyebutkan orang yang suka menebar fitnah sebagai calon penghuni neraka, ”Tidak akan masuk surga orang yang suka menyebarkan fitnah.” (HR Bukhari & Muslim).
Fitnah itu ibarat menyulut ranting kering. Ia akan cepat merebak ke mana-mana dan membakar apa pun yang dilaluinya. Lalu, menjadi abu. Cara terbaik untuk terhindar dari fitnah adalah jangan pernah sedikit pun terdetik di hati kita untuk memfitnah. Ketika ada dorongan kuat dari nafsu kita memfitnah, beristighfarlah dan mohonlah ampun kepada Allah. Insya-Allah kita selamat dari api fitnah.
Perilaku jahat seorang hamba Allah terburuk lainnya adalah suka mendatangkan kesulitan bagi orang yang tidak bersalah. Sikap ini biasanya bersumber dari rasa dengki atau hasad. Dengki merupakan sifat tercela. Ia adalah perasaan tidak senang dengan kebahagiaan orang lain, disertai keinginan agar kebahagiaan itu hilang darinya. Karena itu, segala cara dan taktik jahat akan dilakukan bahkan menghalalkan sesuatu yang haram sekalipun.
Betapa jahat seorang pendengki, ia tidak rela melihat orang lain bahagia, sebaliknya ia bersuka cita melihat orang lain bergelimang lara. Allah menggambarkan sikap dengki ini dalam firman-Nya, “Bila kamu memperoleh kebaikan, maka hal itu menyedihkan mereka, dan kalau kamu ditimpa kesusahan maka mereka girang karenanya.” (QS Ali Imran [3]: 120)
Sifat dengki tidak bisa dianggap remeh. Jika virus ini terus mengendap dalam hati seseorang, cepat atau lambat akan merusak keimanan dan kepribadian seseorang. Ia akan menjelma menjadi usaha-usaha negatif yang merugikan. Seperti tutur kata yang kasar dan menyakiti hati, atau perbuatan dan tindakan yang kerap bermotif menjatuhkan, menghina dan menyudutkan. Bahkan, tidak jarang kedengkian yang terpelihara dalam hati seseorang kemudian berbuntut tragedi pembunuhan mengenaskan. Seperti yang pernah terjadi pada kedua putra Nabi Adam, Qabil dan Habil.
Untuk itulah, Rasulullah saw mengajak umatnya untuk senantiasa menjauhi sikap dengki sesuai sabdanya, “Jauhilah dengki, karena dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api makan kayu bakar.” (HR Abu Daud).
Memang, manusia diciptakan dengan kecenderungan untuk mendengki. Tetapi, orang yang beriman akan selalu berusaha menghilangkan sifat jelek ini. Mereka tidak tertawan oleh perasaan buruk yang jelas-jelas sangat tidak produktif dan menyengsarakan ini. Hal itu disebabkan karena orang-orang beriman menyadari bahwa sifat dengki akan semakin menjauhkan mereka dari Allah. Seperti halnya mereka menyadari bahwa sikap dengki hanya akan menyebabkan pelakukanya dimasukkan api neraka. Masihkah kita akan bersikap dengki? Wallâhu a’lam bish-showâb.
Prenduan, 17 April 2012

Sumber: http://al-amien.ac.id


 



Cara Memasang Breaking News Berjalan Di Blog

Cara Memasang Breaking News Berjalan Di Blog - Siang parah sahabat-sahabat blogger,,,bangamana kabarnya semua? pastinya baik ya! heheh
Alhamdulillah blog sederhana ini akhirnya masih sempat juga posting setelah sekian lama fakum dari dunia blogger di karenakan sibuk dengan kegiatan offline! heheh
Ok sedikit tentang Breaking News adalah widget yang di pasang di atas header atua di bawah header yang yang bisa memperindah tampilan blog, Breaking news ini biasanya menampilkan Judul postingan beserta dengan tanggalnya.
Na jika zobar tertarik untuk memasang widget tersebut langsung saja ikuti caranya berkut ini:



1. Logging duluh ke akun blognya
2. Masuk ke template  - Edit HTML
3. Cari kode berikut di bawah ini dan letakkan pas di atas kode ]]></b:skin>
.newspic {background:#252525 url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNJctXegzQCql8bYLYUZ7ji1TnC5FOxKUJ8bF2F06zR5EkrioXp1sMY7Ah2n3-8G6uhvIVvctzs5paMgdLH9XERSPUzP1IXB4G43F8zs6Bdmdrk929y_JHGvOzQ1dWG5dYVdzEskTEpLE/s1600/BRK+NW.png) no-repeat top left;width:980px;margin:0 auto;padding:0 auto; height:25px;color:#fff;}
.news {width: 979px;margin:0 auto;padding:0 auto;line-height: 1.2em;text-align:left;font-family:Arial;font-size:11px;color:#fff;overflow:hidden;clear:both;}
.news a:link, .news a:visited{color:#000000;text-decoration:none;}
.news a:hover {color:#ddd;text-decoration:underline;}
    NB :
            ganti tulisan yang berwarna merah di atas sesuai dengan ukuran template kamu

4. Selanjutnya letak kan kode berikut pas di atas kode </head>
<script src='http://www.google.com/jsapi?key=ABQIAAAAUMsU2d40bO1-m8DeADFRexTdcQS31_Y0TkToW9tE1XWPEnv6YBSa1QfZaAr4GJ8-AZkWddpnW9Y0hA'></script>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
var gfeedfetcher_loading_image="indicator.gif";google.load("feeds","1");function gfeedfetcher(c,a,b){this.linktarget=b||"";this.feedlabels=[];this.feedurls=[];this.feeds=[];this.feedsfetched=0;this.feedlimit=5;this.showoptions="";this.sortstring="date";document.write('<div id="'+c+'" class="'+a+'"></div>');this.feedcontainer=document.getElementById(c);this.itemcontainer="<li>"}gfeedfetcher.prototype.addFeed=function(b,a){this.feedlabels[this.feedlabels.length]=b;this.feedurls[this.feedurls.length]=a};gfeedfetcher.prototype.filterfeed=function(b,a){this.feedlimit=b;if(typeof a!="undefined"){this.sortstring=a}};gfeedfetcher.prototype.displayoptions=function(a){this.showoptions=a};gfeedfetcher.prototype.setentrycontainer=function(a){this.itemcontainer="<"+a.toLowerCase()+">"};gfeedfetcher.prototype.init=function(){this.feedsfetched=0;this.feeds=[];this.feedcontainer.innerHTML='<img src="'+gfeedfetcher_loading_image+'" /> Loading news...';var a=this;for(var b=0;b<this.feedurls.length;b++){var c=new google.feeds.Feed(this.feedurls[b]);var d=(this.feedlimit<=this.feedurls.length)?1:Math.floor(this.feedlimit/this.feedurls.length);if(this.feedlimit%this.feedurls.length>0&&this.feedlimit>this.feedurls.length&&b==this.feedurls.length-1){d+=(this.feedlimit%this.feedurls.length)}c.setNumEntries(d);c.load(function(e){return function(f){a._fetch_data_as_array(f,e)}}(this.feedlabels[b]))}};gfeedfetcher._formatdate=function(a,c){var d=new Date(a);var b=(c.indexOf("datetime")!=-1)?d.toLocaleString():(c.indexOf("date")!=-1)?d.toLocaleDateString():(c.indexOf("time")!=-1)?d.toLocaleTimeString():"";return"<span class='datefield'>"+b+"</span>"};gfeedfetcher._sortarray=function(a,b){var b=(b=="label")?"ddlabel":b;if(b=="title"||b=="ddlabel"){a.sort(function(e,d){var g=e[b].toLowerCase();var f=d[b].toLowerCase();return(g<f)?-1:(g>f)?1:0})}else{try{a.sort(function(e,d){return new Date(d.publishedDate)-new Date(e.publishedDate)})}catch(c){}}};gfeedfetcher.prototype._fetch_data_as_array=function(b,a){var d=(!b.error)?b.feed.entries:"";if(d==""){alert("Google Feed API Error: "+b.error.message)}for(var c=0;c<d.length;c++){b.feed.entries[c].ddlabel=a}this.feeds=this.feeds.concat(d);this._signaldownloadcomplete()};gfeedfetcher.prototype._signaldownloadcomplete=function(){this.feedsfetched+=1;if(this.feedsfetched==this.feedurls.length){this._displayresult(this.feeds)}};gfeedfetcher.prototype._displayresult=function(a){var e=(this.itemcontainer=="<li>")?"<ul>\n":"";gfeedfetcher._sortarray(a,this.sortstring);for(var c=0;c<a.length;c++){var d='<a href="'+a[c].link+'" target="'+this.linktarget+'" class="titlefield">'+a[c].title+"</a>";var b=/label/i.test(this.showoptions)?'<span class="labelfield">['+this.feeds[c].ddlabel+"]</span>":" ";var g=gfeedfetcher._formatdate(a[c].publishedDate,this.showoptions);var f=/description/i.test(this.showoptions)?"<br />"+a[c].content:/snippet/i.test(this.showoptions)?"<br />"+a[c].contentSnippet:"";e+=this.itemcontainer+d+" "+b+" "+g+"\n"+f+this.itemcontainer.replace("<","</")+"\n\n"}e+=(this.itemcontainer=="<li>")?"</ul>":"";this.feedcontainer.innerHTML=e};
var gfeedfetcher_loading_image="indicator.gif";function gfeedrssticker(d,b,a,c){this.tickerid=d;this.delay=parseInt(a);this.mouseoverBol=0;this.itemsperpage=1;this.messagepointer=0;gfeedfetcher.call(this,d,b,c);this.itemcontainer="<div>";this.tickerdiv=document.getElementById(d)}gfeedrssticker.prototype=new gfeedfetcher;gfeedrssticker.prototype.constructor=gfeedrssticker;gfeedrssticker.prototype._displayresult=null;gfeedrssticker.prototype.entries_per_page=function(a){this.itemsperpage=a};gfeedrssticker.prototype._signaldownloadcomplete=function(){this.feedsfetched+=1;if(this.feedsfetched==this.feedurls.length){this._initscroller(this.feeds)}};gfeedrssticker.prototype._initscroller=function(a){var c=this;gfeedfetcher._sortarray(a,this.sortstring);this.itemsperpage=(this.itemsperpage>=a.length)?1:this.itemsperpage;var b=a.slice(this.messagepointer,this.itemsperpage);this.tickerdiv.innerHTML=formatrssmessage(b,this.showoptions,this.itemcontainer,this.linktarget);this.tickerdiv.onmouseover=function(){c.mouseoverBol=1};this.tickerdiv.onmouseout=function(){c.mouseoverBol=0};this.messagepointer=this.itemsperpage;if(window.attachEvent){window.attachEvent("onunload",function(){c.tickerdiv.onmouseover=c.tickerdiv.onmouseout=null})}setTimeout(function(){c._rotatemessage()},this.delay)};function formatrssmessage(d,b,f,g){var c=(f=="<li>")?"<ul>\n":"";for(var e=0;e<d.length;e++){var h='<a href="'+d[e].link+'" target="'+g+'" class="titlefield">'+d[e].title+"</a>";var j=/label/i.test(b)?'<span class="labelfield">['+d[e].ddlabel+"]</span>":" ";var k=gfeedfetcher._formatdate(d[e].publishedDate,b);var a=/description/i.test(b)?"<br />"+d[e].content:/snippet/i.test(b)?"<br />"+d[e].contentSnippet:"";c+=f+h+" "+j+" "+k+"\n"+a+f.replace("<","</")+"\n\n"}c+=(f=="<li>")?"</ul>\n":"";return c}gfeedrssticker.prototype._rotatemessage=function(){var b=this;if(this.mouseoverBol==1){setTimeout(function(){b._rotatemessage()},100)}else{var a=this.feeds.slice(this.messagepointer,this.messagepointer+this.itemsperpage);this.tickerdiv.innerHTML=formatrssmessage(a,this.showoptions,this.itemcontainer,this.linktarget);this.messagepointer=(this.messagepointer+this.itemsperpage>this.feeds.length-1)?0:this.messagepointer+this.itemsperpage;setTimeout(function(){b._rotatemessage()},this.delay)}};
//]]>
</script>
<style type='text/css'>
.titlefield{ /*CSS for RSS title link in general*/
text-decoration: none;}
.labelfield{ /*CSS for label field in general*/
color:#aaa;font-size: 100%;}
.datefield{ /*CSS for date field in general*/
color:#aaa;font:normal 14px Arial;text-transform:none;}
#example1{ /*Demo 1 main container*/
width: 780px;
height: 14px;
border: 0px solid #aaa;
padding: 0px;
font:bold 16px Arial;
text-transform:none;
text-align:left;
background-color:transparent;}
code{ /*CSS for insructions*/
color: #fff;}
#example1 a:link, #example1 a:visited {color:#f2f2f2;text-decoration:none;}
#example1 a:hover {color:#C8D3F2;text-decoration:none;}
</style>
 5. Terus cari kode <div id='header-wrapper'> dan letakkan kode berikut tepat di bawahnya
<div class='newspic'>
<div style='float:left;width:979px;padding:1px 0 6px 130px; position:relative; overflow:hidden;'>
<script type='text/javascript'>
var cssfeed=new gfeedrssticker(&quot;example1&quot;, &quot;example1class&quot;, 4000, &quot;_new&quot;)
cssfeed.addFeed(&quot;Creating Website&quot;, &quot;http://anrhy.blogspot.com/feeds/posts/default&quot;) //Specify &quot;label&quot; plus URL to RSS feed
cssfeed.displayoptions(&quot;date&quot;) //show the specified additional fields
cssfeed.setentrycontainer(&quot;div&quot;) //Wrap each entry with a DIV tag
cssfeed.filterfeed(10, &quot;date&quot;) //Show 10 entries, sort by date
cssfeed.entries_per_page(1)
cssfeed.init()
</script>
</div>
<div style='clear:both;'/>
</div>
          NB :
                 Ganti tulisan yang berwarna hijau di atas dengan URL blog kamu

6. Terakhir Save.

Sumber: http://anrhy.blogspot.com

Tipu Daya Setan

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan saat diusir oleh Allah dari surga akibat pembangkangannya, setan mulai merancang skenario untuk menyesatkan Adam dan Hawa yang hidup bahagia di surga yang tenteram dan damai.

Bujuk rayunya dimulai saat ia menyatakan kepada mereka bahwa ia adalah kawan mereka yang ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan kebahagiaan mereka. Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh iblis untuk membuat Adam dan Hawa terbujuk. Ia membisikkan kepada mereka bahwa larangan Allah kepada mereka untuk memakan buah dari pohon terlarang adalah karena mereka akan hidup kekal sebagai malaikat apabila memakannya. Bujukan itu terus menerus diberikan kepada Adam dan Hawa sehingga akhirnya mereka terbujuk dan memakan buah dari pohon terlarang tersebut. Jadilah mereka melanggar ketentuan Allah sehingga Dia menurunkan mereka ke bumi. Allah berfirman:  "Turunlah kamu! Sebahagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." (Q.S. Al-Baqarah [2]:36)

Mendengar firman Allah tersebut, sadarlah Adam dan Hawa bahwa mereka telah terbujuk oleh rayuan setan sehingga mendapat dosa besar karenanya. Setelah taubat mereka diterima, Allah berfirman: "Turunlah kamu dari syurga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."  Lokasi Adam dan Hawa turun ke bumi.

Sumber: https://www.facebook.com/

Cara Mudah Dan Simpel Bobol Password Login Pada Windows 7

Cara mudah Dan Simpel Bobol Password Login Pada Windows 7 - Siang semua... Kebanyakan dari para pengguna PC/ leptop memasang password pada PC di karenakan untuk menjaga data-data mereka terutama kantor tapi bagaimana jika di kemudian hari kamu lupah password yang perna kamu pasang, bikin puyeng tu kepalah! hehehehehe
na jika kamu mengalami hal demikian, anrhy chipaz akan berbagi tips hacking membobol password login pada windosw !
OK jika zobat  berminat langsung aja ke TKP!

Langka-langkanya sebangai berikut:
1.Restrat PC / Laptop kemudian masuk ke Safe Mode ( Tekan F8 saat windows Ter-boot )
2.Kemudian Pilih " Repair Your Computer "
3.Saat tampilan interface dari " repair your computer " terbuka klik CMD
4.Kemudian ketikkan " net user administrator /active:yes " tanpa tanda kutip
5.Kemudian akan muncul pesan berisikan " the command active successfully "
6.Kemudian ketikkan lagi pada jendela Command Prompt " net user administrator password " tanpa tanda kutip

Note: Ganti kata password sesuka kalian

7.Setelah itu tutup Command Prompt
8.Setelah anda melakukan langkah 1 - 7 kemudian Restart PC / Laptop kalian

Berikut Perintah Yang Digunakan
  •     net user administrator /active:yes
  •     net user administrator password
Perhatian: hanya sekedar pembelajaran bukan di lakukan untuk hal-hal dapat merugikan!